Kamis, 20 Oktober 2011

Surat Untuk G

pa kabar G?
kuharap kau tetap seperti bintang yang selalu terang disana, aku pun baik seperti yang kau bayangkan

lama sudah kita tak bertemu banyak kisah yang ingin aku sampaikan namun entah kepada siapa dan dimana harus bercerita, kejadian 3 bulan yang lalu masih membekas,tak pernah hilang dari ingatan dan tak pernah luput dari pembicaraan. entah mengapa hidup menjadi basi, tanpamu hambar terasa kala memikirkan masa depan.

Photography? itu adalah sebuah impian yang akan terwujud dimasa depan satu dari sekian banyak kesamaan kita, meskipun amatir tapi aku selalu berusaha ingin menjadi seorang kameramen dan kau adalah seorang editor,kita selalu melengkapi satu sama lain. Ingatkah kau obrolan di sore itu? bahwa kita ingin merubah tradisi keluarga dan mencoba jalur baru untuk masa depan, tidak?

G, pemain biola itu masih setia menggesekan senarnya dan melantunkan melodi kesedihan, air matanya terus mengalir seketika aku ingin merebut biolanya lalu ku patahkan dan ku rengkuh dia hingga tak ada air mata, yang aku ingin hanya hari dimana kita selalu menikmati tawa yang di temani 1 piring usus ayam sebagai santap siang kita.

G, ingatkah dulu kau selalu  menyuruhku menendang bola selepas perkuliahan dan memaksa menaiki kuda besi yang siap untuk di hancurkan, dengan ribuan alasan aku selalu menolaknya dan berkata "aku seorang manajer tim!" dan aku memberikan tantangan bahwa kau harus menari seperti para boyband di layar kaca, lalu kau kembali mengejekku bahwa aku ini mirip seorang pewara gosip tv dan berkata bahwa aku lebih tua dari kakak ayahmu, itu menjadi memori yang selalu di rindukan.

G, aku benci kesendirian karna itu akan mengingatkanku masa-masa ketika awan hitam setia berada di atas kepala, mengubah semuanya menjadi abu mengingatkanku bahwa bendera kuning telah berkibar di depan rumahmu merebut semua keceriaan yang telah aku tabung menenggelamkan kita dalam air mata.

G, aku terbiasa dalam gelap bahkan sendiri dalam pekat, mencari cahaya adalah waktu yang telah habis aku gunakan dengan tertatih aku terus menuju terang meski pedang kadang menusuk tulang rusuk ku, ketika mataku di butakan oleh gelap aku akan mencari penerang obor, senter, sakelar lilstrik bahkan lilin pun ku pergunakan, seketika itu dengan mudah kau datang membawa ajaranmu memberi cahaya yang tak kunjung padam lantas kau buat aku benderang meski kau selalu bilang hanya membantuku, aku tahu kapanpun kau selalu disampingku.

G, satu persatu diantara kami akan menyerah suatu hari nanti disaat itulah aku ingin kau datang, aku kuat G jangan khawatir aku bertugas menjaga mereka ketika kau pergi, memberi senyum pada bibir sedih, mengubah kelam menjadi cerah, setiap hari aku menelan semangatmu aku tanamkan dalam jiwa santunmu dan mengutip ucapanmu "i'll do my best!"

G, November mendatang aku ingin kita merayakan hari jadi kita secara bersama-sama karna tanggal kelahiran kita sangat berdekatan,bertiga kita mensyukuri nikmat-Nya berbagi kebahagiaan dengan mereka. Namun itu hanya akan menjadi impian saja dan rencana itu tidak akan terjadi.

G, aku senang kau mampir disini, dengan senang hati kau mendengarkan ceritaku, entah kapan kita akan bertemu lagi tapi aku tahu itu pasti terjadi, untuk terakhir kalinya beritahu Tuhan bahwa aku sangat menyayangi-Nya dalam setiap doa aku selalu meminta  untuk mempertemukan kita dalam mimpi semoga Dia mendengar apa yang menjadi harap.

Peluk Hangat

Tidak ada komentar:

Posting Komentar