19.08
31 oktober 2011
langit mendadak sedih
sejadinya dia menangis menenggelamkan ribuan umat manusia dalam air matanya
" apakah aku akan kembali bertemu denganmu wahai oktober?"
"entah"
"apakah kita tidak akan bersama lagi untuk hari-hari berikutnya?"
"aku tak tahu"
"apakah kita tak kan lagi bersama membangunkan matahari yang tertidur pulas?"
"entahlah"
"oktober, aku tahu kau hanya mempunyai 31 hari untuk bisa menemaniku, aku membutuhkanmu untuk menghembuskan embun untuk daun hijau di pagi buta"
"bukankah kau mempunyai bulan-bulan lain setiap hari untuk melakukan itu "
"memang, tapi aku terlalu nyaman denganmu"
"lantas bagaimana dengan bulan-bulan lain?"
"mereka selalu menemaniku tapi aku hanya ingin denganmu"
"berarti kau tidak mensyukuri takdir Tuhan""tuhan memang baik tapi aku hanya ingin denganmu"
"tugasku hanya 31 hari, tidak lebih dan sekarang sudah saatnya bagiku meninggalkanmu"
" aku harap kau tidak akan pergi"
" tenanglah masih ada november dan desember yang akan menemanimu"
"lalu, apakah tahun depan kau akan menemui ku lagi?"
" bukankah itu yang selalu ku lakukan di tiap tahunnya."
"berarti tahun depan kau akan menemuiku lagi"
"aku tak dapat berjanji, selamat tinggal aku hanya mempunyai waktu 6 jam lagi bersamamu dan selanjutnya akan ku suruh november menjagamu"
"aku berharap itu tidak terjadi"
"tapi aku akan meninggalkanmu, jaga dirimu baik-baik aku akan selalu memberikanmu kabar melalui angin"
"aku tunggu terus kabar itu, selamat tinggal oktober..."
31 oktober 2011
langit mendadak sedih
sejadinya dia menangis menenggelamkan ribuan umat manusia dalam air matanya
" apakah aku akan kembali bertemu denganmu wahai oktober?"
"entah"
"apakah kita tidak akan bersama lagi untuk hari-hari berikutnya?"
"aku tak tahu"
"apakah kita tak kan lagi bersama membangunkan matahari yang tertidur pulas?"
"entahlah"
"oktober, aku tahu kau hanya mempunyai 31 hari untuk bisa menemaniku, aku membutuhkanmu untuk menghembuskan embun untuk daun hijau di pagi buta"
"bukankah kau mempunyai bulan-bulan lain setiap hari untuk melakukan itu "
"memang, tapi aku terlalu nyaman denganmu"
"lantas bagaimana dengan bulan-bulan lain?"
"mereka selalu menemaniku tapi aku hanya ingin denganmu"
"berarti kau tidak mensyukuri takdir Tuhan""tuhan memang baik tapi aku hanya ingin denganmu"
"tugasku hanya 31 hari, tidak lebih dan sekarang sudah saatnya bagiku meninggalkanmu"
" aku harap kau tidak akan pergi"
" tenanglah masih ada november dan desember yang akan menemanimu"
"lalu, apakah tahun depan kau akan menemui ku lagi?"
" bukankah itu yang selalu ku lakukan di tiap tahunnya."
"berarti tahun depan kau akan menemuiku lagi"
"aku tak dapat berjanji, selamat tinggal aku hanya mempunyai waktu 6 jam lagi bersamamu dan selanjutnya akan ku suruh november menjagamu"
"aku berharap itu tidak terjadi"
"tapi aku akan meninggalkanmu, jaga dirimu baik-baik aku akan selalu memberikanmu kabar melalui angin"
"aku tunggu terus kabar itu, selamat tinggal oktober..."



