Senin, 31 Oktober 2011

Kita, Oktober dan November

19.08
31 oktober 2011
langit mendadak sedih
sejadinya dia menangis menenggelamkan ribuan umat manusia dalam air matanya

" apakah aku akan kembali bertemu denganmu wahai oktober?"
"entah"
"apakah kita tidak akan  bersama lagi untuk hari-hari berikutnya?"
"aku tak tahu"
"apakah kita tak kan lagi bersama membangunkan matahari yang tertidur pulas?"
"entahlah"
"oktober, aku tahu kau hanya mempunyai 31 hari untuk bisa menemaniku, aku membutuhkanmu untuk menghembuskan embun untuk daun hijau di pagi buta"
"bukankah kau mempunyai bulan-bulan lain setiap hari untuk melakukan itu "
"memang, tapi aku terlalu nyaman denganmu"
"lantas bagaimana dengan bulan-bulan lain?"
"mereka selalu menemaniku tapi aku hanya ingin denganmu"
"berarti kau tidak mensyukuri takdir Tuhan""tuhan memang baik tapi aku hanya ingin denganmu"
"tugasku hanya 31 hari, tidak lebih dan sekarang sudah saatnya bagiku meninggalkanmu"
" aku harap kau tidak akan pergi"
" tenanglah masih ada november dan desember yang akan menemanimu"
"lalu, apakah tahun depan kau akan menemui ku lagi?"
" bukankah itu yang selalu ku lakukan di tiap tahunnya."
"berarti tahun depan kau akan menemuiku lagi"
"aku tak dapat berjanji, selamat tinggal aku hanya mempunyai waktu 6 jam lagi bersamamu dan selanjutnya akan ku suruh november menjagamu"
"aku berharap itu tidak terjadi"
"tapi aku akan meninggalkanmu, jaga dirimu baik-baik aku akan selalu memberikanmu kabar melalui angin"
"aku tunggu terus kabar itu, selamat tinggal oktober..."



Jumat, 28 Oktober 2011



"... aku tidak tahu ini merupakan hari istimewa, aku terlena dengan surat perahu kertasku yang ku kirim lewat neptunus, dan aku berpikir apakah matahari lupa ingatan? terlalu asyik dengan musim kemarau hingga melupakan penghujan telah tiba bahkan dia melupakan hari apa ini

miliaran detik telah habis untuknya menjalani masa, tidak sedikit juga ranjau yang dia hadapi maut, belati, bahkan bom menghalangi langkahnya, Tapi apa yang terjadi dia tetap melanjutkan langkah cita-citanya

terlalu jauh jarak bila di ingat hanya untuk mengucap sesuatu, perlu waktu berhari-hari untuk sampan kertas melewati samudera hanya untuk mengucapkannya  yang ada cara hanya lewat gelombang untuk berbicara

berhentilah waktu ada selamat ulang tahun yang harus ku ucapkan tepat waktu untuk seseorang yang terjaga menanti waktu istimewa ratusan bahkan ribuan doa seraya menyemarakan harinya

aku tak dapat memberikannya bunga tulip berwarna kuning
tak bisa memberikan sesuatu yang berharga
tapi aku hanya bisa berdoa di tengah malam
"Tuhan, biarkanlah dia menjadi dirinya sendiri
sehatkanlah dia,
tetapkanlah dalam lajur Tuhan
sabar, tegar dan tenang jadikanlah tameng kehidupannya"

Kamis, 27 Oktober 2011

Perahu Kertas

laut terlalu luas untuk di arungi oleh sampan kertas
meskipun karang memang tegar saat di terjang ombak
tapi disini awan abu mengirimkan bau air pertanda ia akan menurunkan ribuan jarum cair ke bumi gersang

ditemani gemericik air hujan aku meringkuk sambil memegang kedua lututku berpikir apakah suratku sudah diterima atau belum. "G sedang apakah dia disana?". jam  16.44 aku beranjak bangun dari kasurku dan mengambil sebuah kertas mencoba menulis surat untuk kedua kalinya, selembar kertas putih tanpa garis hitam atau apapun yang bisa mengotorinya aku ambil dalam surat itu aku menulis :

Apa kabar G? aku tahu kau baik-baik saja disana, apa kau sudah menerima surat ku sebulan yang lalu?

G, hari kamis di awal bulan kemarin aku kembali mendengar suara mu itu cukup mengobati rasa rinduku, siang itu Roo memberikan ponselnya dan menyuruhku untuk mendengarkan sebuah lagu, aku tak tahu lagu siapa itu dan ternyata itu adalah lagu ciptaanmu yang berjudul Spending All The Time With You. lagu itu sungguh menginspirasi bagiku dengan suara khas mu lengkap dengan nada fals aku mendengarnya.

meski kita tak pernah bertemu tapi aku suka kejutan-kejutan kecil yang selalu kau berikan, G aku harap kau bisa meluangkan waktu untuk membalas suratku atau hanya sekedar berbincang membahas apapun yang kita sukai di temani segelas teh tarikh.

G sampaikan salamku kepada Tuhan, Dia tahu apa yang terbaik bagiku dan kami sampai jumpa G suatu hari kita akan bertemu.

Gee

lepas menulis lalu kulipat surat itu hingga membentuk sebuah kapal dengan cerobong asap berbentuk segitiga. kali ini aku meminta bantuan seseorang, aku percaya bahwa air yang mengalir dari hilir akan berakhir di laut dan kali ini aku akan meminta bantuan Raja Laut. tepat jam 17.00 aku mengirimkan surat ini melalui sungai yang akan mengantarkannya kepada Neptunus.

semoga Neptunus dapat membantuku...


Jumat, 21 Oktober 2011

Terbakarnya sebuah Kapal Perang

cerita ini memang benar terjadi dan memang betul adanya, tepat pada bulan juni setahun kemarin semua orang dari penjuru Indonesia berkumpul di pelabuhan Tanjung Priok, BERISIK itu adalah gumaman saya saat begitu banyak orang berkumpul bisa di bayangkan dari aceh sampai papua semua di tampung di jakarta,

pukul 16.00 kapal besar yang semalam bersandar di pelabuhan pelan-pelan sudah mulai berlayar,, tepuk tangan dan sorak sorai dari semua yang ada didalam kapal pun bergema laykanya di film Titanic pas adegan kapal mulai meninggalkan dermaga tapi ini tidak ada adegan sapu tangan digoyang-goyangkan yang dibanjiri air mata hahah kalo pun terjadi  sungguh sangat lebay sekali anda. satu hal yang menarik adalah teman-teman saya yang datang dari papua demi memeriahkan pelayaran ini mereka mengambil alat musik tradisional mereka dan "dug. .Dug..Dig"  mereka mulai berpesta dan berjoget2 ria dengan tarian khasnya, Hmm sesuatu yang jarang saya temui di kota kelahiran saya satu persatu orang berdatangan untuk ikut menari, " hei, ini mengasikan juga" dalam hati saya. satu langkah dua langkah dan akhirnya saya mendekati gerombolan orang yng sedang menari itu, hati kecil saya menjerit bahwa saya ingin sekali berjoget ria dengan mereka tapi sayangnya tidak karna terkalahkan oleh rasa malu, rasa malu ketika di seberang sana ada seorang gadis cantik dari Bali yang memandangi saya dari tadi dan kamu tahu gadis itu adalah gadis tercantik yang menarik perhatian saya oalaahh salah tingkah pun berlangsung saat itu, demi membunuh salah tingkah itu saya pun mengambil kamera dan mulai mengambil beberapa gambar untuk diabadikan. Jepret! Jepret!! satu, dua dan beberapa gambar pun telah berhasil saya ambil.

Keesokan harinya tepat jam 10 pagi semua orang naik ke deck helli  untuk mengikuti opening ceremony yang di pimpin langsung oleh komandan kapal perang tersebut, wuihh gagah sekali bapak itu dengan seragam dinas berwarna biru lengkap dengan atribut dan pangkat yang mentereng didampingi oleh beberapa pejabat yang setia berada di belakangnya, kurang lebih 2 jam opening ceremony berlangsung dan sedikit demi sedikit kulit ku pun mulai menghitam dan terbakar karna berpanas2 ria di atas kapal yang terbuat dari baja dan diatas kepala matahari pun bersinar terik seperti baru ganti batre, pyuhh mandi keringat dah, lepas opening ceremony saya dan rombongan dari kota saya pun bergabung dengan teman2 dari satu provinsi dan bisa kamu tebak apa yang kami lakukan. . . yah betul, membuat keributan! tapi keributan disini bukan arti sebenarnya melainkan menyemarakan event ini dengan bernyanyi2 ria yang di sambut dengan semarak oleh teman2 dari provinsi Jawa Timur dan Jawa tengah serta Sumatera Barat hahaha spektakuler sekali saat itu, mata saya tetap setia melihat sekitar yang sangat semarak dan ketika saya menegok ke sisi kiri, waduhh badansaya seketika serasa lemas dan meleleh ternyata tanpa disadari gadis bali itu berada disampingku gemetar dan Speechless itu yang saya rasakan.

pelayaran dengan kapal perang itu membutuhkan waktu kurang lebih 4 hari untuk menuju ke pulau nipah yaitu pulau terluar dari indonesia yang menjadi pulau tujuan pertama kami, saat itu jam 14.00 waktu setempat suatu pemandangan yang begitu aneh tapi nyata, saat itu saya berada diatas deck helli dan cuaca disana aneh ketika kepala saya menengok ke kanan cuacanya sangatlah cerah dan indah tapi saat saya menengok ke sebelah kiri mendung dan hujan sungguh pemandangan yang sangat kontras, karna cuaca yang aneh saya pun segera masuk ke dalam daripada harus basah terkena hujan mending tidur di dalam saja saya putuskan, setengah jam kemudian ketika saya berada pada posisi sempurna untuk tidur tiba-tiba alarm kebakaran berbunyi begitu kencang dan dan seseorang menginformasikan bahwa telah terjadi kebakarn didalam kapal dan semua orang di instruksikan untuk segera naik ke atas menuju deck helli dan memakai pelampung, beberapa tentara pun mereka sudah memakai pelampung saking kagetnya saya terbangun dan terhentak dari tempat tidur saya, dengan suara yang keras dan tegas tentara2 itu menyuruh kami untuk naik ke atas, kaget, bingung dan takut mungkin itu yang saya rasakan ketika mendengar instruksi tersebut, dengan tanpa berpikir panjang saya segera naik ke atas deck helli beberapa teman saya membawa barang bawaan mereka yang bisa diselamatkan dan segera naik, pintu menuju atas itu begitu kecil hanya bisa dimasuki oleh 2 orang saja, dengan perasaan yang campur aduk saya berpikir dan berbisik dalam hati " ya tuhan apakah perjalanan hidupku akan berakhir di atas kapal ini?" satu, dua, tiga, sepuluh dan ratusan orang mendekati pintu darurat dan berebut segera naik ke atas, sangat berdesakan dan begitu tak beraturan, tak peduli pria atau wanita semua orang berada di depan pintu darurat itu tangan saya sempat terjepit dan kaki saya tersandung ketika menaiki tangga itu di tambah suara alarm yang melengkapi ke khawatiran kami, ketika saya melirik ke kiri disana ada seorang anak gadis berumur 16 tahun membawa tas ranselnya dan menangis sejadinya sangat memilukan sekali sungguh kejadian diluar rencana, beberapa saat saya mengenang ketika kami sampai Jakarta dan merasakan keriuhan serta kegembiraan dari semua orang ketika kami merasa senang bisa berlayar dengan kapal perang ini tapi sayangnya mungkin kami akan meninggal disini tenggelam bersama puing-puing kapal perang dan beberapa barang semua orang, tenggelam bersama ikan-ikan di laut dan bukan hal yang mustahil mungkin mayat kami juga akan di makan oleh ikan-ikan tersebut. Alarm kebakaran terus berbunyi dan kami masih tetap dengan kekagetan kami, dengan penuh perjuangan saya berusaha terus menaiki tangga dan segera masuk ke deck helli, "Pelampung" itu yang harus saya cari saat ini meskipun saya bisa berenang tapi untuk seorang pemula berenang di laut luas adalah hal yang gila dan ekstrim, banyak pemikiran saat itu apa yang harus saya lakukan apakah saya harus diam dia atas kapal menunggu kapal tenggelam atau menyelamatkan diri dengan cara menceburkan diri kedalam laut. ketika sudah sampai diatas deck helli semua orang tetap saja tidak bisa tenang para wanita menangis dan pria berusaha tetap tenang dan berpikir apa yang harus dilakukan untuk menyelamatkan diri dan teman-temannya, tiba2 alarm berhenti berbunyi dan kami di suruh merapat ke arah dalam deck helli menghindari air dari langit yang ternyata turun hujan, saat itu seorang tantara dengan pangkatnya entah apa saya lupa dia mengambil alat penegras suara dan berusaha menenangkan kami beliau berkata " Mohon semua tenang dan duduk! kejadian ini tidak nyata hanya simulasi belaka!!". Gubrak! setelah kejadian 15menit berdesak2an di pintu darurat dengan perasaan yang campur aduk tentara tersebut dengan santainya bilang bahwa itu hanya simulasi belaka, semua orang yang berada disitu secara serempak berteriak dan meluapkan amarah pada bapak tentara itu meskipun mungkin bukan dia dalangnya tapi apa boleh buat, ada pula yang sampai mengucapkan sumpah serapah saking kesalnya, sungguh kejadian yang sangat luar biasa ketika kami berpikir bahwa hidup kami akan berkahir saat itu juga, lepas dari itu semua orang tertawa lega meskipun kesal masih berkecambuk didalam hati. Dalam hati saya berbisik siapakah orang yang berani2 menggangu tidur saya membunyiakn alarm dan berbicara kapal telah terbakar,kalau sampai bertemu ingin rasanya saya membunuh orang yang berani mengumumkan hal tersebut."

Kamis, 20 Oktober 2011

des amis


Bosan, mungkin itu yang saya pikirkan ketika membuat tulisan ini yang menguak tentang pertemanan, tapi banyak cerita yang mungkin akan di bahas ketika seseorang menceritakannya seperti seorang kutu buku yang menjelaskan kembali apa yang telah mereka baca dan pahami, seperti seorang veteran dengan sepenuh hati bercerita bahwa Indonesia telah merdeka 66 tahun yang lalu.

Betul, sampai sekarang ejekan, gurauan, perlakuan dan lain sebagainya masih berputar di lingkaran yang ku sebut Circle of Friendship. . .

enggak kebayang kalo dalam hidup saya tanpa teman, dengan semangat dari teman saya yakin saya bisa sampai ke langit ke tujuh.. .

Dandelion

Dan ku sebut dia dandelion. . .
hanya mampir sebentar untuk mekar
menghirup udara dan air embun pagi 
setelah kuning habis dia akan terbang dengan putih
meninggalkan induk yang sendiri dan tak menengok ke belakang,
seperti dandelion dia pun begitu

Surat Untuk G

pa kabar G?
kuharap kau tetap seperti bintang yang selalu terang disana, aku pun baik seperti yang kau bayangkan

lama sudah kita tak bertemu banyak kisah yang ingin aku sampaikan namun entah kepada siapa dan dimana harus bercerita, kejadian 3 bulan yang lalu masih membekas,tak pernah hilang dari ingatan dan tak pernah luput dari pembicaraan. entah mengapa hidup menjadi basi, tanpamu hambar terasa kala memikirkan masa depan.

Photography? itu adalah sebuah impian yang akan terwujud dimasa depan satu dari sekian banyak kesamaan kita, meskipun amatir tapi aku selalu berusaha ingin menjadi seorang kameramen dan kau adalah seorang editor,kita selalu melengkapi satu sama lain. Ingatkah kau obrolan di sore itu? bahwa kita ingin merubah tradisi keluarga dan mencoba jalur baru untuk masa depan, tidak?

G, pemain biola itu masih setia menggesekan senarnya dan melantunkan melodi kesedihan, air matanya terus mengalir seketika aku ingin merebut biolanya lalu ku patahkan dan ku rengkuh dia hingga tak ada air mata, yang aku ingin hanya hari dimana kita selalu menikmati tawa yang di temani 1 piring usus ayam sebagai santap siang kita.

G, ingatkah dulu kau selalu  menyuruhku menendang bola selepas perkuliahan dan memaksa menaiki kuda besi yang siap untuk di hancurkan, dengan ribuan alasan aku selalu menolaknya dan berkata "aku seorang manajer tim!" dan aku memberikan tantangan bahwa kau harus menari seperti para boyband di layar kaca, lalu kau kembali mengejekku bahwa aku ini mirip seorang pewara gosip tv dan berkata bahwa aku lebih tua dari kakak ayahmu, itu menjadi memori yang selalu di rindukan.

G, aku benci kesendirian karna itu akan mengingatkanku masa-masa ketika awan hitam setia berada di atas kepala, mengubah semuanya menjadi abu mengingatkanku bahwa bendera kuning telah berkibar di depan rumahmu merebut semua keceriaan yang telah aku tabung menenggelamkan kita dalam air mata.

G, aku terbiasa dalam gelap bahkan sendiri dalam pekat, mencari cahaya adalah waktu yang telah habis aku gunakan dengan tertatih aku terus menuju terang meski pedang kadang menusuk tulang rusuk ku, ketika mataku di butakan oleh gelap aku akan mencari penerang obor, senter, sakelar lilstrik bahkan lilin pun ku pergunakan, seketika itu dengan mudah kau datang membawa ajaranmu memberi cahaya yang tak kunjung padam lantas kau buat aku benderang meski kau selalu bilang hanya membantuku, aku tahu kapanpun kau selalu disampingku.

G, satu persatu diantara kami akan menyerah suatu hari nanti disaat itulah aku ingin kau datang, aku kuat G jangan khawatir aku bertugas menjaga mereka ketika kau pergi, memberi senyum pada bibir sedih, mengubah kelam menjadi cerah, setiap hari aku menelan semangatmu aku tanamkan dalam jiwa santunmu dan mengutip ucapanmu "i'll do my best!"

G, November mendatang aku ingin kita merayakan hari jadi kita secara bersama-sama karna tanggal kelahiran kita sangat berdekatan,bertiga kita mensyukuri nikmat-Nya berbagi kebahagiaan dengan mereka. Namun itu hanya akan menjadi impian saja dan rencana itu tidak akan terjadi.

G, aku senang kau mampir disini, dengan senang hati kau mendengarkan ceritaku, entah kapan kita akan bertemu lagi tapi aku tahu itu pasti terjadi, untuk terakhir kalinya beritahu Tuhan bahwa aku sangat menyayangi-Nya dalam setiap doa aku selalu meminta  untuk mempertemukan kita dalam mimpi semoga Dia mendengar apa yang menjadi harap.

Peluk Hangat