Minggu, 20 November 2011

Kunjungan ke tiga

G, aku minta maaf hari minggu kemarin aku tak dapat datang ke acaramu, aku dan teman-teman sangat menyesal tapi hari ini kami akan menebusnya dan menepati janji akan menemuimu kembali, meskipun kami telat datang dan tak sesuai rencana tapi aku harap itu tidak mengurangi persahabatan kita.

perjalanan tadi pagi cukup seru seperti biasanya tapi aku memutuskan ingin tidur saja selama perjalanan karna semalam aku harus terjaga, dan pada saat kami tiba di rumah mu pun masih seperti biasa disambut dengan hangat meskipun masih ada air yang mengalir dari mata seorang wanita separuh baya.

setelah bercerita banyak ternyata di ruangan terbuka ibu dan bapakmu telah menyiapkan makan siang untuk kita, wah itu sangat merepotkan orang tuamu sekali, maafkan kami ya, satu kastrol penuh nasi liwet di tambah beberapa temannya menemani santap siang kami  di susul dengan sepiring puding berwarna hijau yang menggoda tenggorokan kami dan 5 buah mangga sebagai pelengkapnya lahap kami santap.

sudah 100 hari sejak kau pergi aku kira semua akan kembali normal tapi ternyata belum, rencanaku untuk menjadi penghibur ternyata terkalahkan oleh air mata yang masih biru, tapi tidak apalah yang penting kita bisa bertemu mungkin kunjungan selanjutnya aku kan menjadi pelawak yang tak henti-hentinya mengocok perut kalian.

G, aku khawatir pada ibu dia selalu menangis setiap hari, aku khawatir dia akan sakit karna selalu memikirkanmu, maukah kau mengunjunginya dalam mimpi demi aku, beritahu dia agar berhenti menangis karna kami sudah kehabisan kata dan kami pun tidak tega melihatnya seperti itu. seperti biasa aku akan memohon kepadamu demi ibu dan aku yakin Tuhan pun mendengarnya.

Peluk hangat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar