Sabtu, 05 November 2011

"... untuk Galih Nurman


"... aku tidak tahu apakah Tuhan menuliskan takdir pada selembar kertas putih atau pada satu bundel takdir manusia yang di arsipkan oleh Jibril, di dunia yang serba pesat ini bahkan hanya dengan menekan digit kita semua bisa berbicara lewat gelombang apakah kita bisa melakukan itu, dan apakah langit ini merasa sedih atau marah dia terus meluapkan emosinya lewat hujan tanpa memberi kesempatan matahari untuk terbit sesuai jadwalnya.

sudah habis puluhan hari bahkan ratusan minggu berlangsung
melewati setiap jembatan di atas sungai dan memaki kemacetan
dan untuk setiap kesulitan yang menghadang masih saja aku bersabar
walau setiap panah menusuk dari segala arah

setiap tanggal di bulan November ini aku selalu tersenyum
menunggu saat-saat sakral disuguhi lingkaran suci berhiaskan lilin warna-warni
apalagi ketika mendekati waktu yang dirasa istimewa
menciptakan saat-saat yang tak terlupakan

6 November ini aku bergumam untuk-Nya
meminta waktu ini tidak berjalan satu jam saja
atau mungkin sebuah bonus berupa waktu di mundurkan beberapa saat
memejamkan mata disetiap jengkal harapan

menunggu tengah malam jam 00.00 adalah waktu yang tepat untuk berdoa
dan mengevaluasi kehidupannya dan sekarang pun masih berlangsung
hanya saja bagi kami ini semua berubah, setiap doa yang tahun lalu di ucapkan langsung kini hanya melalui perantara,ada beberapa kata yang harus dikirim untuk seseorang yang selalu terjaga ditanggal ini

Selamat Ulang Tahun...
jutaan doa selalu tersedia untukmu, pejamkan matamu dan tidurlah
biar dewi malam menjaga mu dan fajar akan membantumu membuka setiap kado di pagi hari.













Tidak ada komentar:

Posting Komentar