Jumat, 28 Oktober 2011



"... aku tidak tahu ini merupakan hari istimewa, aku terlena dengan surat perahu kertasku yang ku kirim lewat neptunus, dan aku berpikir apakah matahari lupa ingatan? terlalu asyik dengan musim kemarau hingga melupakan penghujan telah tiba bahkan dia melupakan hari apa ini

miliaran detik telah habis untuknya menjalani masa, tidak sedikit juga ranjau yang dia hadapi maut, belati, bahkan bom menghalangi langkahnya, Tapi apa yang terjadi dia tetap melanjutkan langkah cita-citanya

terlalu jauh jarak bila di ingat hanya untuk mengucap sesuatu, perlu waktu berhari-hari untuk sampan kertas melewati samudera hanya untuk mengucapkannya  yang ada cara hanya lewat gelombang untuk berbicara

berhentilah waktu ada selamat ulang tahun yang harus ku ucapkan tepat waktu untuk seseorang yang terjaga menanti waktu istimewa ratusan bahkan ribuan doa seraya menyemarakan harinya

aku tak dapat memberikannya bunga tulip berwarna kuning
tak bisa memberikan sesuatu yang berharga
tapi aku hanya bisa berdoa di tengah malam
"Tuhan, biarkanlah dia menjadi dirinya sendiri
sehatkanlah dia,
tetapkanlah dalam lajur Tuhan
sabar, tegar dan tenang jadikanlah tameng kehidupannya"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar