Jumat, 21 Oktober 2011

Terbakarnya sebuah Kapal Perang

cerita ini memang benar terjadi dan memang betul adanya, tepat pada bulan juni setahun kemarin semua orang dari penjuru Indonesia berkumpul di pelabuhan Tanjung Priok, BERISIK itu adalah gumaman saya saat begitu banyak orang berkumpul bisa di bayangkan dari aceh sampai papua semua di tampung di jakarta,

pukul 16.00 kapal besar yang semalam bersandar di pelabuhan pelan-pelan sudah mulai berlayar,, tepuk tangan dan sorak sorai dari semua yang ada didalam kapal pun bergema laykanya di film Titanic pas adegan kapal mulai meninggalkan dermaga tapi ini tidak ada adegan sapu tangan digoyang-goyangkan yang dibanjiri air mata hahah kalo pun terjadi  sungguh sangat lebay sekali anda. satu hal yang menarik adalah teman-teman saya yang datang dari papua demi memeriahkan pelayaran ini mereka mengambil alat musik tradisional mereka dan "dug. .Dug..Dig"  mereka mulai berpesta dan berjoget2 ria dengan tarian khasnya, Hmm sesuatu yang jarang saya temui di kota kelahiran saya satu persatu orang berdatangan untuk ikut menari, " hei, ini mengasikan juga" dalam hati saya. satu langkah dua langkah dan akhirnya saya mendekati gerombolan orang yng sedang menari itu, hati kecil saya menjerit bahwa saya ingin sekali berjoget ria dengan mereka tapi sayangnya tidak karna terkalahkan oleh rasa malu, rasa malu ketika di seberang sana ada seorang gadis cantik dari Bali yang memandangi saya dari tadi dan kamu tahu gadis itu adalah gadis tercantik yang menarik perhatian saya oalaahh salah tingkah pun berlangsung saat itu, demi membunuh salah tingkah itu saya pun mengambil kamera dan mulai mengambil beberapa gambar untuk diabadikan. Jepret! Jepret!! satu, dua dan beberapa gambar pun telah berhasil saya ambil.

Keesokan harinya tepat jam 10 pagi semua orang naik ke deck helli  untuk mengikuti opening ceremony yang di pimpin langsung oleh komandan kapal perang tersebut, wuihh gagah sekali bapak itu dengan seragam dinas berwarna biru lengkap dengan atribut dan pangkat yang mentereng didampingi oleh beberapa pejabat yang setia berada di belakangnya, kurang lebih 2 jam opening ceremony berlangsung dan sedikit demi sedikit kulit ku pun mulai menghitam dan terbakar karna berpanas2 ria di atas kapal yang terbuat dari baja dan diatas kepala matahari pun bersinar terik seperti baru ganti batre, pyuhh mandi keringat dah, lepas opening ceremony saya dan rombongan dari kota saya pun bergabung dengan teman2 dari satu provinsi dan bisa kamu tebak apa yang kami lakukan. . . yah betul, membuat keributan! tapi keributan disini bukan arti sebenarnya melainkan menyemarakan event ini dengan bernyanyi2 ria yang di sambut dengan semarak oleh teman2 dari provinsi Jawa Timur dan Jawa tengah serta Sumatera Barat hahaha spektakuler sekali saat itu, mata saya tetap setia melihat sekitar yang sangat semarak dan ketika saya menegok ke sisi kiri, waduhh badansaya seketika serasa lemas dan meleleh ternyata tanpa disadari gadis bali itu berada disampingku gemetar dan Speechless itu yang saya rasakan.

pelayaran dengan kapal perang itu membutuhkan waktu kurang lebih 4 hari untuk menuju ke pulau nipah yaitu pulau terluar dari indonesia yang menjadi pulau tujuan pertama kami, saat itu jam 14.00 waktu setempat suatu pemandangan yang begitu aneh tapi nyata, saat itu saya berada diatas deck helli dan cuaca disana aneh ketika kepala saya menengok ke kanan cuacanya sangatlah cerah dan indah tapi saat saya menengok ke sebelah kiri mendung dan hujan sungguh pemandangan yang sangat kontras, karna cuaca yang aneh saya pun segera masuk ke dalam daripada harus basah terkena hujan mending tidur di dalam saja saya putuskan, setengah jam kemudian ketika saya berada pada posisi sempurna untuk tidur tiba-tiba alarm kebakaran berbunyi begitu kencang dan dan seseorang menginformasikan bahwa telah terjadi kebakarn didalam kapal dan semua orang di instruksikan untuk segera naik ke atas menuju deck helli dan memakai pelampung, beberapa tentara pun mereka sudah memakai pelampung saking kagetnya saya terbangun dan terhentak dari tempat tidur saya, dengan suara yang keras dan tegas tentara2 itu menyuruh kami untuk naik ke atas, kaget, bingung dan takut mungkin itu yang saya rasakan ketika mendengar instruksi tersebut, dengan tanpa berpikir panjang saya segera naik ke atas deck helli beberapa teman saya membawa barang bawaan mereka yang bisa diselamatkan dan segera naik, pintu menuju atas itu begitu kecil hanya bisa dimasuki oleh 2 orang saja, dengan perasaan yang campur aduk saya berpikir dan berbisik dalam hati " ya tuhan apakah perjalanan hidupku akan berakhir di atas kapal ini?" satu, dua, tiga, sepuluh dan ratusan orang mendekati pintu darurat dan berebut segera naik ke atas, sangat berdesakan dan begitu tak beraturan, tak peduli pria atau wanita semua orang berada di depan pintu darurat itu tangan saya sempat terjepit dan kaki saya tersandung ketika menaiki tangga itu di tambah suara alarm yang melengkapi ke khawatiran kami, ketika saya melirik ke kiri disana ada seorang anak gadis berumur 16 tahun membawa tas ranselnya dan menangis sejadinya sangat memilukan sekali sungguh kejadian diluar rencana, beberapa saat saya mengenang ketika kami sampai Jakarta dan merasakan keriuhan serta kegembiraan dari semua orang ketika kami merasa senang bisa berlayar dengan kapal perang ini tapi sayangnya mungkin kami akan meninggal disini tenggelam bersama puing-puing kapal perang dan beberapa barang semua orang, tenggelam bersama ikan-ikan di laut dan bukan hal yang mustahil mungkin mayat kami juga akan di makan oleh ikan-ikan tersebut. Alarm kebakaran terus berbunyi dan kami masih tetap dengan kekagetan kami, dengan penuh perjuangan saya berusaha terus menaiki tangga dan segera masuk ke deck helli, "Pelampung" itu yang harus saya cari saat ini meskipun saya bisa berenang tapi untuk seorang pemula berenang di laut luas adalah hal yang gila dan ekstrim, banyak pemikiran saat itu apa yang harus saya lakukan apakah saya harus diam dia atas kapal menunggu kapal tenggelam atau menyelamatkan diri dengan cara menceburkan diri kedalam laut. ketika sudah sampai diatas deck helli semua orang tetap saja tidak bisa tenang para wanita menangis dan pria berusaha tetap tenang dan berpikir apa yang harus dilakukan untuk menyelamatkan diri dan teman-temannya, tiba2 alarm berhenti berbunyi dan kami di suruh merapat ke arah dalam deck helli menghindari air dari langit yang ternyata turun hujan, saat itu seorang tantara dengan pangkatnya entah apa saya lupa dia mengambil alat penegras suara dan berusaha menenangkan kami beliau berkata " Mohon semua tenang dan duduk! kejadian ini tidak nyata hanya simulasi belaka!!". Gubrak! setelah kejadian 15menit berdesak2an di pintu darurat dengan perasaan yang campur aduk tentara tersebut dengan santainya bilang bahwa itu hanya simulasi belaka, semua orang yang berada disitu secara serempak berteriak dan meluapkan amarah pada bapak tentara itu meskipun mungkin bukan dia dalangnya tapi apa boleh buat, ada pula yang sampai mengucapkan sumpah serapah saking kesalnya, sungguh kejadian yang sangat luar biasa ketika kami berpikir bahwa hidup kami akan berkahir saat itu juga, lepas dari itu semua orang tertawa lega meskipun kesal masih berkecambuk didalam hati. Dalam hati saya berbisik siapakah orang yang berani2 menggangu tidur saya membunyiakn alarm dan berbicara kapal telah terbakar,kalau sampai bertemu ingin rasanya saya membunuh orang yang berani mengumumkan hal tersebut."

Tidak ada komentar:

Posting Komentar